LINGKARAN PERTEMANAN

        

The magic of friendship



     Bagi gue berbicara mengenai pertemanan ini memang agak emosional. Emosional disini adalah perasaan intens yang muncul seperti rasa sayang, marah, dan sedih. Mempunyai banyak teman memang lah impian sebagian orang, bisa nongkrong sana sini, curhat sampai malem dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. Selama hidup gue belum pernah mihak sana-sini atau masuk geng alias mainnya harus sama mereka terus. Sebaliknya, justru alhamdulillah gue bisa menyesuaikan dengan siapapun dan saat berada di kelompok atau grup orang-orang yang berbeda. Tapi semakin kita bertambah usia interaksi dengan teman akan semakin menyempit. Bukan menyempit, tapi lebih tepatnya memiliki jenis atau klasifikasi sesuai tujuan pertemanan itu sendiri. Semakin kita bisa menempatkan diri dimana kita berada maka itu tandanya kita sudah dewasa bahkan saat kita bisa berteman dengan orang yang kita benci sekalipun. Gue tekenin ya itu tandanya udah dewasa, BUKAN MUNAFIK. 

       Saat sudah memiliki teman, perbanyak bersyukur dulu sebelum mengeluh. Dulu, waktu SD tuh gue selalu berharap bisa temenan sama golongan B, tetapi gw malah bersama orang-orang A yang gue gak mau. Tapi sampai sekarang pun mereka gak menggubris gue, justru yang gak gue pengen malah selalu mengharapkan kehadiran gue, saling cerita, dan sampai sekarang masih silaturahmi. Dan ternyata memang semesta tuh selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Emang klise banget sih konsepnya, gue juga empet banget. Kenapa sih kadang kita gak pernah dapet orang yang kita mau?. Tetapi walaupun begitu, hargai apa yang lo punya sekarang. Saat lo gak pernah nyangka orang-orang yang gak lo harapkan justru selalu ada buat lo, hargai mereka. Kita gak akan pernah tau saat lo memberikan feedback positif ke mereka, mereka akan membalas lebih kebaikan lo. Asalkan gak toxic aja sih ya hehe.

     Lanjut soal lingkarang pertemanan, sesuai dengan judul yang gue tulis. Bahwa setiap orang itu berhak menentukan dimana mereka berada, asalkan diterima ya dan gak maksain hehe. Sepertinya memang sudah pada umumnya yang akan gue bahas disini itu udah pada dilakuin sih baik secara sadar dan ditentukan oleh sistem (maksudnya udah ada yang bentuk).  Nah, kalo menurut gue kalian perlu untuk masukin ke pos berikut (Contoh ya) :

  1. Teman untuk bermain. 
  2. Teman untuk menggapai goals bersama
  3. Teman yang punya ambisi yang sama
  4. Teman yang cocok dijadikan relasi kerja
        Mungkin sebenernya ada yang bertanya-tanya, kenapa harus dibedain? Berarti temenannya pilih-pilih dong? atau pas ada butuhnya aja? Kalau pilih-pilih sih pasti tapi kalo saat ada butuhnya aja SANGAT TIDAK DIBENARKAN!. Nih ya, saat kalian punya teman yang ambisinya sama ya jangan saat untuk mengejar ambisi nya aja lo dateng ke dia, tapi jalin koneksi sama mereka komunikasi intens sebagaimana lo komunikasi dengan teman bermain. Sama siapapun perlu komunikasi intens ya minimal nanya kabar atau ajak ngopi, jangan udah menghilang lama tiba-tiba muncul eh ada perlunya doang. 

Tapi satu lagi pesan terakhir gue di tulisan ini. Teman yang cocok dijadikan relasi kerja mungkin bisa juga dijadikan sebagai teman untuk bermain, tetapi teman bermain belum tentu bisa dijadikan relasi dalam bekerja. 

Semangat ya guyss
Kalau ada permasalahan di dalam suatu kelompok baiknya di selesaikan secara seksama dan jangan menimbulkan spekulasi terus bubar deh hehe.

Rangkul lagi teman-teman kalian
Coba hubungi lagi dan tanya kabarnya.

Sekian,
Terima kasih 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gakpapa GAK PINTER MATEMATIKA, BUKAN berarti Gue BODOH !!!