PERJUANGANNYA....
(KARYA
ADITYA HAMDANI)
Untuk mencapai keberhasilan terutama dalam menjalani
hidup selalu dibutuhkan perjuangan dan kerja keras tanpa kenal lelah.
Dan yang terpenting dari semua ini adalah motivasi untuk bergerak
maju. Banyak cerita yang memiliki hikmah untuk kerja keras yang bisa
menjadi teladan dalam menhadapi RINTANGAN
Contohnya yaitu seperti yang dialami oleh Susanto
asal dari pedesaan. Di desa itu amat sangat jauh dikata modern, karna
jika ingin sekolah pun harus berjalan kaki ber kilo-kilometer
jauhnya.
Namun,
walaupun begitu Susanto tidak pernah pantang menyerah. Meski berada
di wilayah pedesaan jauh terpencil dari hingar bingar kehidupan kota,
semnangat juang dan patriotik Susanto dalam menimba ilmu tidak pernah
surut.
Perjalanan dari desa menuju sekolah itu tidak lah
mudah karena harus melewati jalur sungai yang sangat luas dan
memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat jam lamanya. Meski belum
terbit fajar di ufuk timur, Susanto sudah ada di tepi sungai. Setiap
subuh dan menggunakan perahu sampan yang tidak layak pakai. Setiap
hari Dia selalu melakukan itu dan dia tidak pernah bosan demi
menuntut ilmu. Semangat Dia dalam mengejar pendidikan tergolong
tinggi dan demi perjuangan tersebut, Dia rela menempuh perjalanan
yang penuh bahaya dan tidak menghiraukan risiko dan tantangan seberat
apa. Dia sungguh sangat luar biasa. Karena kecintaan nya terhadap
ilmu pengetahuan. Sarana yang digunakan untuk menyebrang sungai
digunakan Susanto ini harus ditinggalkan pada satu titik ditengah
perjalanan.
Sesampainya disekolah, Susanto tidak pernah
menyia-nyiakan waktu untuk belajar. Dia selalu memerhatikan gurunya
yang sedang menjelaskan pelajaran. Di sekolah, Dia pun termasuk murid
yang pintar. Dia juga mempunyai teman yang banyak. Setelah jam
sekolah selesai Dia langsung pulang menyebrangi arus sungai yang
deras dan berjalan berkilo-kilometer jauhnya.
Dan sesampainya dirumah, Dia selalu membantu
orangtua nya. Dia selalu membantu ibunya untuk mencari kayu bakar di
hutan, mencari air disungai, dan membantu bertanam diladang. Dia
selalu berbicara kepada ibunya
Susanto
: “Ibu bagaimana orang-orang yang hidup di kota?apa mereka
senang?,”kata Susanto.
Ibu
:“yaa mungkin, mereka bahagia dengan kehidupan mereka disana
karna mereka tidak seperti kita”saut ibunya.
Susanto
: “apakah aku bisa sukses bu?”
Ibu
: “hehehe pasti bisa lah nak, tapi ingat orang sukses belum
tentu berguna, tetapi orang berguna sudah pasti sukse”
Susanto terus semangat untuk menjadi orang berguna
yang sukses dengan kerja kerasnya itu. Setelah membantu ibunya dia
langsung pulang kerumah. Sesampainya dirumah Dia langsung istirahat
sejenak dan setelah istirahat dia langsung pergi makan.
Hari menjelang sore dipedesaan pun sudah mulai
menyalakan obor. Saat malam di selalu melihat bintang-bintang diatas
sana. Sambil melihat bintang Dia sambilmembayangkan cit-cita dia
ingin pergi ke kota menggapai mimpi untuk sukses dan berguna.
Dan pada saat itu, Dia tertidur dan bermimpi ada
seorang bapak tua yang menghampiri nya dan berkata “ Hai anak muda
jangan lah pantang menyerah. Terus lah berjuang dan berdoa untuk
meraih kesuksesanmu” kta bapak Tua dalam mimpinya. Susanto langsung
terbangun dan berbicara dalam hatinya apakah ini tanda bahwa aku bisa
sukses?.
Saat menjelang fajar, Susanto berangkat kesekolah
dengan seperti biasanya. Saat tiba ditepi sungai tiba-tiba dia
melihat perahu sampan yang ingin dinaiki nya rusak. Dia kebingungan
harus bagaimana, dan akhirnya Dia memutuskan berenang melewati arus
sungai yang deras itu. Baju , celana nya basah kuyup tetapi buku
pelajarannya tidak basah karna dimasukan ke dalam plastik supaya
tidak basah. Begitu cintanya dia terhadap ilmu pengetahuan.
Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung,
dia menggunakan pakaian yang basah. Sungguh luar biasa perjuangannya
dalam menuntut ilmu.
Pada saat itu gurunya mengumumkan ada perlombaan
menulis cerita. siapa yang ceritanya bagus akan diberangkatkan ke
Jakarta. Susanto pun langsung mengikuti lomba itudan dia mendaftarkan
dirinya. Setelah jam KBM seleai dia langsung pulang. Dia berbcara
kepada Ibunya “ Ibu disekolahku ada perlombaan menlis cerita aku
sudah daftarkan diri dan apabila aku menang aku akan ke Jakarta”kata
susanto. “Baiklah berlomba lah secara sehat doa Ibu menyertai
mu”kata Ibu.
Hari menjelang esok. Kemudian, Susanto bersiap
untuk mengikuti lomba menulis cerita itu. Susanto mulai gugup dan
gerogi karna sebelumny dia tidak pernah menulis crita dan dengan
kesehariannya itu yang selalu membaca buku-buku. Pada saat lomba
berlangsung susanto mengerjakan secara bersungguh-sungguh dan
semangat.
Se-mingu kemudian pengumuman tentang lomba menulis
cerita pun diumumkan Susanto benar-benar sangat gugup. Hasil lomba
tersebut segera di umumkan alhasil sangat bahagia sekali karena
Susanto meraih juara 1 dan dia akan berangkat ke Jakarta.
“Mudah-mudahan
cerita cerita yang saya buat bisa menginspirasi dan memotivasi bagi
yang membcanya”
Komentar
Posting Komentar