AKU DAN PALESTINA




Saya belajar melihat keadaan Palestina yang tersebar di youtube maupun berbagai media yang sangat ironis dan  tidak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh tentara Zionis Israel. Ledakan demi ledakan tak berkesudahan dari tahun ke tahun tepat nya tanggal 30 Mei 2010 Tentara Israel menembaki kapal Mavi Marmara yang membawa ratusan relawan dan belasan ton bantuan untuk palestina. Saya melihat keadaan mereka disana melalui awak media maupun relawan yang pergi kesana seperti Melly Goeslaw dan Opick sangat amat memprihatinkan. Saya sangat salut sekali terhadap anak-anak yang ada di Palestina walaupun keadaan sangat mencekam tapi keimanan yang begitu tebal menyelimuti mereka karna didikan disana sehari-hari tak lepas dari Al quran. Dan utamanya memang menghafal Al quran. Menetes air mata saya melihat keadaan disana walaupun hanya melalui Youtube ataupun media tapi Doa yang InsyaAllah akan menghantarkan mereka semua ke Jannah nya Allah. Walaupun meninggal mereka meninggal membela agama Allah dan akidah. Tak kuasa lagi yang membuat air mata saya sulit di bendung. Sering kali masalah-masalah kecil yang saya hadapi berakar pada kekurangmampuan saya untuk menyadari betapa berlimpahnya rahmat yang nyata telah Allah berikan kepada saya.  Meski hidup saya dikelilingi oleh rahmat dan anugerah Allah, tetapi ada sejumlah waktu dimana kesadaran saya atas rahmat itu memudar. Akibatnya, saya jadi kurang mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan kepada saya. Keinginan untuk menikmati lebih jauh, mengalami lebih  sering, atau memiliki lebih banyak ternyata acap kali membutakan mata budi dan mata batin saya untuk dapat melihat nikmat yang terus tercurah tanpa henti terhadap saya.

Ya Allah mungkin keadaan saya tidak separah teman-teman se iman di Palestin. Saya tersimpuh di hamparan sajadah Mu yaa Rabb. Betapa bersyukurnya saya masih Engkau berikan rasa nyaman di Tanah Air tercinta. Tuhan semesta Alam Pemilik Langit dan bumi beserta isinya semoga Engkau berikan kekuatan kepada saudara-saudara di Palestina, kekuatan untuk terus membela hak dan kemanusiaan.
Teman- teman semuanya kita belajar dari sekarang untuk masa depan nanti. Mari kita belajar menjadi orang hebat setidaknya dilingkungan sekitar supaya perkataan kita di dengar. Dan saya juga kemudian menyimpulkan bahwa bersyukur di kala suka itu mudah, tetapi bersyukur di kala duka memerlukan latihan dan disiplin serta keteguhan hati dan ini terbukti oleh saudara-saudara di Palestina. Kesimpulannya AKU  yang  hanya bersyukur ketika hidupnya berjalan sesuai dengan keinginan, tetapi mengeluh ketika kesusahan datang. Sementara saudara di Palestina bersyukur tetap bisa mengucap syukur ketika hidupnya tidak seperti yang diharapkan dan bahkan ketika hidupnya penuh cobaan dan ancaman.
Kita doakan semoga saudara-saudara kita disana tetap Allah lindungi aamiin yaa Rabbal alaamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gakpapa GAK PINTER MATEMATIKA, BUKAN berarti Gue BODOH !!!